Tennis elbow atau lateral epicondylitis adalah cidera paling umum yang terjadi pada pemain tenis, nama tenis sendiri diindikasikan memang dari nama cabang olahraga tersebut. Walaupun demikian orang-orang yang tidak mengetahui dan tidak pernah tenispun juga tak luput terkena cidera ini tetapi jumlahnya tidak seberapa dibandingkan dengan orang yang mempunyai hoby bermain tenis. Tennis elbow umumnya terjadi pada tendon dari otot exstensor carpi radialis brevis, yang letaknya dipinggir kira-kira 2cm dibawah sendi siku atau di epicondylus lateralis tulang humerus. Pada cidera ini jarang dijumpai adanya peradangan sendi tetapi nyeri yang hebat disebakan adanya peningkatan dari reseptor nyeri sehingga daerah siku terasa perih atau nyeri.
B. TANDA DAN GEJALA
- Adanya nyeri kira-kira 1-2 cm didaerah pingir dari sendi siku tepatnya di area epicondylus lateralis humeri.
- Terjadi kelemahan pada otot-otot pergelangan tangan sehingga terjadi penurunan aktifitas fungsional seperti ketidakmampuan membuka pintu yang bergagang sampai ketikmampuan melakukan aktivitas mengocok suatu benda.
- Nyeri terjadi disendi siku bagian luar ketika tangan ekatensi dan sendi pergelangan tangan melawan tahanan.
- Nyeri terjadi ketika adanya tekanan (palpating) dibawah epicondylus lateralis humeri
Tennis elbow sering disebabkan oleh penggunaan sendi yang melampaui batas (overuse) atau juga karena cidera otot yang berulang-ulang. Aktivitas yang sering memicu timbulnya tennis elbow adalah tennis, badmintons atau squash atau aktivitas yang berlebihan seperti mengetik komputer dan memasang skrup. Teknik backhand yang buruk pada cabang olahraga yang menggunakan raket merupakan penyebab timbulnya cidera ini. Kejadian ini sering terlihat pada saat pemain terlambat melakukan backhand, hal ini berarti dia tidak memposisikan tubuhnya tepat dibelakang bola, pemain itu memukul bola dengan lemah atau menekuk pergelangan tangannya sehingga pergelangan tangannya dipaksa untuk melakukan teknik tersebut. Padahal untuk teknik backhand yang benar kekuatan untuk memukul terjadi pada tangan secara keseluruhan. Karena paksaan tersebut maka terjadi cidera pada otot dan tendon disendi siku. Masalah yang lain yang dijumpai pada olahraga beraket ini adalah pegangan raket yang terlalu kecil. Pegangan raket yang terlalu kecil berarti otot-otot disendi siku dipaksa bekerja keras sehingga terjadi perubahan struktural ditendon. Mayoritas yang terkena cidera ini berusia 40-50 tahun,tapi tidak menutup kemungkinan seorang atlet tenis yang usia dibawah 40 tahun juga terkena cidera ini
C. PENANGANAN TENNIS ELBOW
- Obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau aspirin untuk mengurangi rasa sakit. Dengan meredakan rasa nyeri, orang-orang dapat tetap melanjutkan aktifitas normal dalam segala cara. Rasa nyeri dapat menjadi sangat melemahkan yang menyebabkan hilangnya produktifitas dimana solusi untuk obat pereda rasa nyeri siku tenis sulit untuk dicari. Beberapa orang hampir tidak dapat menahan rasa sakit sehingga menggunakan obat bebas bisa sangat menolong mereka.
- Diberikan es pada area yang nyeri selama tidak lebih dari 20 menit. Pastikan membungkus es didalam handuk, karena kalau terlalu dingin akan membuat kulit rusak. Es dapat meredakan nyeri siku tenis dikarenakan dapat menghambat peradangan oleh konstriksi pembuluh darah ke daerah luka. Namun, hal itu hanya mengurangi nyeri untuk jangka waktu yang pendek.
- Penggunakan kawat gigi untuk meminimalisir pergerakan lengan. Ada beberapa jenis kawat gigi untuk siku tenis yang tersedia online sebagaimana bagusnya dengan persediaan pada toko obat. Gunakan ukuran yang sesuai dengan lengan anda. Bahan elastis harus cukup ketat untuk menekan gerakan. Pada akhirnya, lakukan beberapa latihan peregangan dan penguatan sebelum pertandingan guna menghindari siku tenis. Pada saat otot dalam kondisi pemanasan dan fleksibel, cedera menjadi minimal terjadi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar